Bandung – Pewaris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran William, dikabarkan akan mengambil langkah tegas terhadap pamannya, Pangeran Andrew, jika kelak menjadi Raja Inggris. Kabar ini muncul sehari setelah Pangeran Andrew secara resmi melepaskan gelar kehormatan Duke of York pada Jumat (17/10), usai terseret kasus pebisnis ilegal Jeffrey Epstein serta dugaan keterkaitannya dengan mata-mata asal Tiongkok yang beroperasi di Inggris.
Dilansir dari People yang mengutip The Sunday Times, Sabtu (19/10), Pangeran William berencana melarang pamannya menghadiri seluruh kegiatan resmi kerajaan, termasuk acara publik dan upacara penobatan ketika ia naik takhta. Langkah ini dinilai lebih tegas dibandingkan kebijakan ayahnya, Raja Charles III, yang sebelumnya hanya membatasi peran Pangeran Andrew tanpa mencabut seluruh keterlibatan sosialnya.
“William ingin menjaga reputasi serta integritas monarki Inggris. Ia tidak akan membiarkan skandal pribadi merusak kepercayaan publik terhadap kerajaan,” tulis The Sunday Times seperti dikutip People, mengacu pada sumber dari istana.
Sementara itu, Page Six pada Minggu (19/10) melaporkan bahwa Pangeran William juga berencana melarang mantan istri Andrew, Sarah Ferguson, dari seluruh kegiatan kerajaan. Namun, dua putri mereka, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, disebut tidak akan terdampak kebijakan tersebut dan tetap dapat menghadiri acara keluarga kerajaan.
Pangeran Andrew menjelaskan keputusannya untuk melepas gelar kebangsawanan, termasuk Duke of York, diambil setelah berdiskusi dengan Raja Charles III serta anggota keluarga inti.
“Dalam pembicaraan dengan Raja dan keluarga besar, kami sepakat bahwa tuduhan yang terus bergulir terhadap saya mengganggu pekerjaan Yang Mulia dan keluarga kerajaan,” ujarnya seperti dilaporkan The Telegraph pada Jumat (17/10).
Melalui pernyataan resmi Istana Buckingham pada Jumat (17/10), Pangeran Andrew menegaskan komitmennya terhadap keluarga dan negara.
“Saya telah memutuskan untuk tetap mengutamakan tanggung jawab saya kepada keluarga dan bangsa,” tutur pangeran berusia 65 tahun itu. “Saya tetap berpegang pada keputusan lima tahun lalu untuk mundur dari kehidupan publik.”

