Bandung – Taman Maluku di Bandung bukan hanya sekadar ruang hijau yang rindang, tetapi juga menyimpan kisah sejarah dan mitos yang membuatnya terkenal. Di tengah taman, berdiri sebuah patung Pastor Henricus Christiaan Verbraak, seorang rohaniwan Belanda yang dihormati karena kedekatannya dengan para prajurit kolonial. Patung ini diresmikan pada tahun 1922 dengan upacara militer besar, dan hingga kini menjadi satu-satunya patung peninggalan Belanda yang masih berdiri di Bandung. Secara historis, patung tersebut dibuat sebagai bentuk penghormatan, bukan karena alasan mistis. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat sekitar mulai menambahkan lapisan cerita horor yang melekat pada patung itu.
Cerita yang paling sering beredar adalah bahwa patung pastor tersebut bisa bergerak atau menoleh pada malam hari, seolah hidup dan mengawasi siapa pun yang melintas. Ada pula kisah yang menyebutkan bahwa patung ini dibuat untuk mengenang seorang pastor yang tewas dalam kecelakaan pesawat di sekitar taman, meski fakta sejarah tidak mendukung cerita tersebut. Aura angker taman yang sepi di malam hari semakin memperkuat imajinasi warga tentang sosok hantu pastor yang menjaga kawasan itu. Akibatnya, Taman Maluku bukan hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai lokasi urban legend yang menambah daya tariknya.
Kini, Taman Maluku tetap menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi warga untuk berolahraga, bersantai, atau sekadar menikmati suasana teduh di bawah pepohonan. Patung Verbraak berdiri sebagai saksi bisu, menyatukan dua sisi identitas taman: sejarah kolonial yang nyata dan kisah mistis yang hidup dalam imajinasi masyarakat. Perpaduan antara fakta dan folklore inilah yang membuat Taman Maluku memiliki daya tarik unik, menjadikannya ruang memori yang terus diramaikan oleh cerita-cerita yang berkembang dari generasi ke generasi.
Referensi : ANTARA News Jawa Barat, AyoBandung, Detik.com

