Bandung – Sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), resmi akan dapat digunakan di Korea Selatan mulai April 2026. Kesepakatan ini tercapai melalui kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BoK), menandai babak baru perluasan penggunaan QRIS lintas negara.
Kesepakatan tersebut melibatkan Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran nasional dan Bank of Korea sebagai mitra dari Korea Selatan. Pengumuman ini disampaikan pada awal Februari 2026 dan akan mulai diimplementasikan secara penuh pada April 2026. Dengan kebijakan ini, masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran di Korea Selatan menggunakan QRIS, begitu pula sebaliknya sesuai skema kerja sama yang disepakati.
Penggunaan QRIS di Korea Selatan akan berlaku di berbagai merchant yang telah terintegrasi dengan sistem pembayaran setempat. Hal ini menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu negara tujuan utama yang mendukung penggunaan QRIS, setelah sebelumnya sistem ini digunakan di beberapa negara ASEAN. Langkah ini memperluas jangkauan QRIS dari regional menuju skala global.
Alasan utama kerja sama ini adalah untuk mempermudah transaksi lintas negara, khususnya bagi wisatawan, pelaku usaha, dan pekerja migran. Selain efisiensi, penggunaan QRIS lintas negara juga mendorong inklusi keuangan dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai maupun kartu internasional yang tidak selalu mudah diakses oleh semua kalangan.
Skema penggunaan QRIS di Korea Selatan dilakukan melalui interoperabilitas sistem pembayaran antarnegara. Pengguna cukup memindai kode QR di merchant, sementara proses konversi mata uang dan penyelesaian transaksi dilakukan melalui sistem perbankan masing-masing negara. Dengan mekanisme ini, transaksi menjadi lebih praktis, cepat, dan aman.
Di luar kemudahan teknis, kebijakan ini memiliki makna strategis. QRIS tidak lagi sekadar alat pembayaran domestik, tetapi menjadi simbol kesiapan Indonesia dalam menghadapi ekosistem ekonomi digital global. Bagi UMKM, langkah ini membuka peluang agar produk dan layanan Indonesia lebih mudah diterima oleh konsumen internasional.
Namun, perlu disadari bahwa perluasan QRIS lintas negara juga menuntut kesiapan infrastruktur, literasi digital, serta perlindungan konsumen yang memadai. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar manfaat sistem ini dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan risiko baru.
Ke depan, penggunaan QRIS di Korea Selatan diharapkan menjadi pintu masuk bagi ekspansi ke negara lain. Bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital dunia. QRIS kini bukan sekadar alat bayar, melainkan representasi transformasi keuangan yang semakin inklusif dan terhubung lintas batas.
Sumber : cnnindonesia.com, cnbcindonesia.com, rri.co.id

