Categories Hiburan Horor

Kisah Nyata Risa Saraswati dengan Dunia Tak Kasat Mata Kembali Diangkat dalam Film Danur: The Last Chapter

Bandung – Cerita Danur telah lama dikenal sebagai salah satu kisah horor paling populer di Indonesia. Cerita ini berangkat dari pengalaman nyata seorang penulis sekaligus musisi, Risa Saraswati, yang mengaku mampu melihat dan berkomunikasi dengan makhluk tak kasat mata sejak kecil. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi buku dan film yang dikenal luas oleh masyarakat. Kini kisah tersebut kembali hadir melalui film terbaru Danur: The Last Chapter yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026.

Kisah nyata Danur berawal ketika Risa berusia sekitar delapan tahun dan tinggal di Bandung. Pada saat itu, ia sering merasa kesepian karena tidak memiliki banyak teman bermain. Risa kemudian mengaku mulai bertemu dengan sekelompok anak-anak Belanda yang ternyata merupakan arwah dari masa penjajahan. Anak-anak itu kemudian dikenal dengan sebutan Peter Cs, yang terdiri dari Peter, William, Janshen, Hans, dan Hendrick. Dalam berbagai cerita yang ia bagikan, Risa menggambarkan mereka sebagai sosok anak-anak yang bersahabat dan sering menemaninya bermain, bukan sebagai makhluk menakutkan yang biasa muncul dalam film horor.

Pengalaman unik tersebut kemudian ia tuangkan dalam sebuah buku yang menceritakan kehidupan pribadinya sejak kecil. Kisah itu mendapat perhatian besar dari pembaca karena memadukan unsur pengalaman pribadi, misteri, dan cerita supranatural yang jarang diungkap secara terbuka. Popularitas buku tersebut akhirnya menarik perhatian rumah produksi MD Pictures yang kemudian mengangkat kisahnya ke layar bioskop melalui film Danur: I Can See Ghosts pada tahun 2017.

Film pertama itu langsung mendapat sambutan besar dari penonton dan menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling banyak ditonton pada saat itu. Kesuksesan tersebut membuat cerita Danur berkembang menjadi sebuah rangkaian film yang saling terhubung. Beberapa sekuel kemudian lahir, seperti Danur 2: Maddah dan Danur 3: Sunyaruri yang tetap menceritakan pengalaman supranatural Risa dan hubungannya dengan dunia gaib sejak masa kecil.

Perjalanan cerita Danur kini mencapai babak akhir melalui film Danur: The Last Chapter. Film ini menjadi penutup dari kisah panjang persahabatan Risa dengan dunia tak kasat mata yang telah diperkenalkan kepada penonton selama hampir satu dekade.

Dalam film penutup ini, cerita berfokus pada fase kedewasaan Risa ketika ia harus menghadapi ancaman baru yang muncul di tengah peristiwa penting dalam keluarganya. Konflik yang dihadirkan tidak hanya menampilkan unsur horor, tetapi juga memperlihatkan hubungan emosional antara Risa dan sahabat gaibnya yang telah menemaninya sejak kecil. Hubungan tersebut menjadi salah satu elemen yang membuat kisah Danur terasa berbeda dari film horor pada umumnya.

Dalam beberapa kesempatan, Risa juga pernah mengungkapkan bahwa sosok-sosok yang ia anggap sebagai sahabat memiliki karakter yang berbeda dengan gambaran hantu pada umumnya. Ia menyebut bahwa teman-temannya tidak menyukai penggambaran yang terlalu menyeramkan atau penuh kekerasan. Hal inilah yang membuat beberapa karakter dalam film Danur tetap digambarkan sebagai anak-anak dengan sifat yang relatif ramah meskipun berasal dari dunia yang berbeda.

Danur pada akhirnya menunjukkan bahwa kisah horor yang berangkat dari pengalaman pribadi sering kali memiliki daya tarik kuat bagi masyarakat. Banyak penonton merasa penasaran karena cerita tersebut tidak sepenuhnya berasal dari imajinasi, melainkan dari pengalaman yang pernah diceritakan langsung oleh Risa. Di sisi lain, kisah ini juga memicu berbagai pandangan antara mereka yang percaya pada pengalaman supranatural dan mereka yang melihatnya sebagai bagian dari budaya populer.

Terlepas dari berbagai pandangan tersebut, Danur telah berkembang menjadi salah satu waralaba horor paling dikenal di Indonesia. Dengan hadirnya Danur: The Last Chapter, perjalanan panjang kisah ini akhirnya mencapai penutupnya sekaligus meninggalkan cerita tentang persahabatan yang tidak biasa di antara batas realitas, misteri, dan imajinasi manusia.

Referensi: mdentertaiment.com, liputan6.com, suara.com 

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Paramount dan Warner Bros Janji Merilis 30 Film Setahun untuk Hidupkan Bioskop

Bandung – Industri perfilman global kembali mendapat angin segar setelah dua raksasa Hollywood, Paramount Pictures…

Program Gaslah dan Ikhtiar Membangkitkan Kesadaran Warga Bandung terhadap Sampah

Bandung – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius di Bandung. Pemerintah Kota melalui Program Gaslah…

Bukan Sekadar Boneka, Ini Alasan Punch the Monkey Jadi Tren di Media Sosial

Bandung – Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah fenomena unik bernama Punch the Monkey. Boneka…