Bandung – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,3 mengguncang wilayah Aceh, terutama Kabupaten Simeulue, pada Kamis (27/11) pukul 11.56 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa yang berpusat di 62 kilometer barat laut Sinabang dengan kedalaman dangkal 10 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.
Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, guncangan kuat gempa telah menyebabkan setidaknya 12 warga luka-luka di Simeulue. Sebagian besar korban mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa terjadi.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas publik di Simeulue, termasuk robohnya ornamen dan retaknya tiang pada Masjid Besar Babussalam di Kampung Aie, serta kerusakan pada Puskesmas Kecamatan Simeulue Tengah. Selain itu, guncangan gempa juga memicu kebakaran pada gudang penyimpanan minyak tanah milik warga.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Mata Ie Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menjelaskan gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas tektonik di zona subduksi atau megathrust akibat lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia.
Getaran gempa dirasakan kuat (Skala IV MMI) di Simeulue dan Aceh Selatan, dan dirasakan hingga ke Banda Aceh, Aceh Besar, bahkan hingga ke wilayah Medan, Sumatera Utara, dan dilaporkan terasa di kawasan pantai barat Malaysia. BMKG mencatat setidaknya 15 kali gempa susulan (aftershock) terjadi pascagempa utama, dengan magnitudo terbesar M4,4.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, serta memastikan informasi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG dan BNPB.
Referensi:
rri.co.id, detik.com, website BMKG

