Bandung – Seorang dokter forensik bernama Stephanie Yulianto membagikan pengalaman tak biasa saat melakukan pemeriksaan jenazah seorang perempuan muda. Cerita ini ia sampaikan melalui kanal YouTube miliknya, dan langsung menarik perhatian warganet karena kejanggalan medis yang ditemukan.
Peristiwa itu terjadi saat tim forensiknya menerima jenazah seorang perempuan berusia sekitar 20 tahun dari kepolisian. Informasi awal yang diterima, perempuan tersebut merupakan simpanan seorang pria kaya dan berpengaruh. Ia ditemukan meninggal di kamar kosnya dalam kondisi mengenaskan setelah beberapa waktu kesehatannya terus menurun.
Menurut keterangan tetangga, korban sempat berulang kali mengeluh sakit dan meminta ditemani berobat, namun tak menunjukkan perbaikan. Hingga suatu hari, warga mencium bau busuk menyengat dari kamarnya. Polisi kemudian mendobrak pintu dan menemukan korban sudah tidak bernyawa. Di sekitar kamar hanya ditemukan obat pereda nyeri dan multivitamin, tanpa indikasi penyakit berat.

Kondisi Jenazah Tidak Wajar
Saat pemeriksaan dilakukan, tim forensik menemukan hal yang membingungkan. Bau busuk yang keluar dari tubuh korban sangat menyengat, menyerupai mayat yang telah meninggal selama beberapa hari. Padahal, berdasarkan perkiraan waktu kematian, korban baru meninggal kurang dari 12 jam.
Tubuh korban juga belum mengalami proses pembusukan berarti. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik selain luka lecet ringan. Namun, kejadian tak terduga muncul saat tim memeriksa bagian bawah tubuh korban.
“Begitu kami memeriksa organ vitalnya, kami semua terkejut. Jumlah belatung yang keluar dari sana sangat banyak, sampai salah satu anggota tim hampir pingsan,” ungkap Stephanie.
Sulit Dijelaskan Secara Medis
Yang membuat kasus ini semakin aneh, kata Stephanie, adalah fakta bahwa belatung tidak dapat bertahan hidup pada suhu tubuh manusia yang berkisar 36–37 derajat Celsius. Dalam kondisi normal, larva hanya mampu hidup maksimal di suhu sekitar 30 derajat.
“Secara medis, sangat sulit dijelaskan bagaimana bisa ada belatung sebanyak itu pada tubuh yang baru saja meninggal,” jelasnya.
Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi menyeluruh karena menganggap kematian korban murni akibat sakit. Pemeriksaan pun hanya dilakukan secara luar, sesuai permintaan keluarga.
Dugaan Nonmedis Muncul
Meski enggan berspekulasi, Stephanie mengaku pernah mendengar cerita dalam ranah metafisika terkait santet yang disebut dapat “memasukkan” larva atau hewan tertentu ke dalam tubuh korban. Namun, sebagai tenaga medis, ia menegaskan bahwa hal tersebut berada di luar ranah keilmuannya dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Kasus ini pun meninggalkan tanda tanya besar, terutama karena kondisi medis korban tidak memberikan jawaban pasti tentang asal belatung tersebut. Cerita Stephanie ini sontak memicu diskusi ramai di dunia maya, sebagian membahas kemungkinan medis, sebagian lagi mengaitkannya dengan hal mistis.
Referensi:
WartaKotalive.com, TribunMaker.com

