Categories Kesehatan

Waspadai Heatstroke akibat Cuaca Panas Ekstrem!

Bandung – Cuaca panas ekstrem tengah melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas terasa lebih berat dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius seperti heatstroke atau serangan panas. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan fenomena panas ekstrem kali ini terjadi akibat pergeseran semu tahunan Matahari ke selatan dan minimnya tutupan awan di atmosfer. Kondisi tersebut umum terjadi saat masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. 

“Suhu udara kali ini memang terasa lebih terik karena kelembapan udara rendah dan langit relatif cerah hampir sepanjang hari,” ungkap Giswanto, dikutip dari DetikHealth (15/10).

Foto : bloombergtechnoz.com 

Seberapa Panas Suhu di Indonesia?

Dikutip dari Radar Gresik (15/10), BMKG mencatat beberapa daerah dengan suhu udara tertinggi, antara lain Karanganyar (38,2°C), Majalengka (37,6°C), Boven Digoel (37,3°C), dan Surabaya (37°C). Sementara itu, wilayah Gresik juga mengalami peningkatan suhu hingga 34°C pada siang hari. Fenomena ini disebabkan oleh posisi Matahari yang berada sedikit di selatan garis khatulistiwa serta hembusan Angin Monsun Australia yang membawa udara kering, membuat langit lebih cerah dan suhu semakin panas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Gresik, dr. Puspitasari Wardani, mengatakan bahwa kondisi cuaca panas ekstrem ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

“Gangguan kesehatan yang mungkin muncul karena cuaca panas ekstrem antara lain heatstroke, iritasi kulit, dan migrain akibat paparan sinar matahari berlebihan,” ujarnya, dikutip dari Radar Gresik (15/10).

Foto : Amaliabundamedika.id

Apa itu Heatsroke?

Heatstroke merupakan kondisi darurat medis ketika tubuh gagal mengatur suhu akibat terpapar panas terlalu lama. Gejala umumnya meliputi kenaikan suhu tubuh di atas 40°C, denyut jantung cepat, kulit kering dan memerah, serta gangguan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ bahkan kematian. Tanda-tanda heatstroke yang berpotensi mengancam nyawa dapat muncul melalui berbagai proses perdarahan, seperti mimisan, pendarahan pada pembuluh vena, munculnya memar, pembengkakan pada paru-paru, serta indikasi terjadinya gagal ginjal akut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari paparan langsung sinar matahari antara pukul 10.00–16.00 WIB, saat intensitas radiasi mencapai puncaknya. Penggunaan pelindung diri seperti topi, payung, dan tabir surya sangat dianjurkan. 

“Perbanyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi,” tambah Guswanto (DetikHealth, 15/10/2025).

BMKG memprediksi fenomena panas ekstrem ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2025. Masyarakat diimbau tetap waspada, menjaga asupan cairan, dan memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko heatstroke dapat diminimalisasi di tengah suhu udara yang semakin menyengat.

Referensi : 

radargresik.com, detikedu.com, cnbcindonesia.com 

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Mengenal Virus Nipah, Penyakit Mematikan yang Mulai Jadi Perhatian Dunia

Bandung – Dunia kembali diingatkan bahwa ancaman pandemi tidak benar-benar hilang, melainkan hanya sedang “beristirahat”.…

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Kota Bandung Transformasi Aplikasi E-Laman Hati Jadi Berbasis Data

BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota…

Ternyata Ini Penyebab Kentut yang Nggak Bersuara Justru Super Bau

Bandung – Siapapun pasti pernah kentut. Hal yang tampak sederhana ini sebenarnya adalah bagian dari…