Categories Budaya Kesehatan

Benarkah Perilaku Selingkuh Sulit Dihilangkan?

Bandung – Perselingkuhan sering dipersepsikan sebagai kebiasaan yang sulit disembuhkan. Bahkan ada ungkapan populer “Cheater always be a cheater” yang menyiratkan bahwa seseorang yang pernah selingkuh akan melakukannya kembali. Apakah perilaku gemar berselingkuh ini bisa sembuh? Jawabannya: ya, mungkin

Mengutip dari IDN Times (2024), keberhasilan untuk berhenti berselingkuh sangat tergantung pada faktor-penyebab dan motivasi pelaku. Jika seseorang melakukan perselingkuhan atas dasar pola psikologis seperti gaya keterikatan yang tidak aman, impulsivitas, ataupun harga diri yang rendah, maka perubahan bisa lebih sulit dilakukan. Apalagi jika pola perilaku sudah bercampur dengan karakteristik pribadi yang mendorong peluang pengulangan perselingkuhan. 

Konselor kesehatan Joanne Malseed di Whole Life Balance menekankan bahwa perubahan perilaku perselingkuhan bisa terjadi jika pelaku benar-benar ingin berubah, bersedia bekerja pada dirinya, dan memperbaiki cara komunikasi serta komitmen dalam hubungan. 

Mengapa Orang Berselingkuh? 

Perselingkuhan merupakan pelanggaran terhadap komitmen emosional maupun fisik dengan pasangan. Menurut penelitian Shaleha & Kurniasih (2021), tindakan ini tidak hanya dipicu oleh ketidakpuasan dalam hubungan, tetapi juga oleh faktor emosional, sosial, dan biologis. Penelitian ini juga menjelaskan penyebab utama perselingkuhan adalah ketidakpuasan emosional individu yang merasa kurang diperhatikan, tidak dicintai, atau tidak dihargai dalam hubungan. Wanita umumnya berselingkuh karena kebutuhan emosional yang tak terpenuhi, sedangkan pria cenderung terdorong oleh motif seksual. Selain itu, kurangnya kedekatan (intimacy), konflik yang tak terselesaikan, dan kebosanan dalam hubungan juga memperbesar risiko seseorang mencari kenyamanan di luar pasangan. Dari sisi biologis, penelitian menunjukkan bahwa kadar hormon testosteron yang tinggi dan variasi gen pada reseptor dopamin D4 dapat meningkatkan kecenderungan seseorang untuk mencari sensasi baru dan berperilaku tidak setia. Aktivitas otak tertentu seperti amigdala dan hipotalamus juga berperan dalam mengatur dorongan emosional dan seksual, yang memengaruhi respons terhadap godaan atau peluang berselingkuh. Selain faktor internal, perkembangan teknologi dan media sosial turut membuka ruang baru bagi perselingkuhan digital atau cyber affair, di mana hubungan emosional maupun seksual dapat terjadi secara daring tanpa kontak fisik. Secara keseluruhan, perselingkuhan bukan hanya akibat lemahnya komitmen, tetapi hasil dari interaksi kompleks antara kebutuhan emosional, kesempatan sosial, dan dorongan biologis. Karena itu, memahami akar penyebabnya penting untuk mencegah dan menangani dampak psikologis yang ditimbulkannya.

Tanda bahwa pelaku sedang “berubah”

Ada beberapa indikator bahwa pelaku selingkuh memang berusaha mengubah dirinya:

  • Terbuka dan jujur membicarakan perselingkuhan, alasan dibaliknya dan dampak terhadap hubungan.
  • Siap menjawab pertanyaan pasangan, menghadapi kekhawatiran dan konsekuensi dari tindakan lalu. 


Kesimpulan

Perselingkuhan tidaklah otomatis menjadi “penyakit” yang harus kambuh terus-menerus. Namun, perubahan yang nyata hanya terjadi bila pelaku memiliki tekad kuat, disertai upaya yang konsisten untuk memperbaiki perilaku, memperkuat komitmen, dan memperbaiki komunikasi dalam hubungan. Pihak pasangan, jika memilih untuk memberi kesempatan, juga perlu mempertimbangkan bahwa perubahan itu prosesnya tidak mudah dan memerlukan waktu. Semoga artikel ini bisa membantu memahami bahwa perubahan perilaku perselingkuhan bukanlah mitos, tapi juga bukan janji kosong. 

Referensi:

kompas.com, idntimes.com

Shaleha, R. R. A., & Kurniasih, I. (2021). Ketidaksetiaan: Eksplorasi Ilmiah tentang Perselingkuhan. Buletin Psikologi, 29(2), 218–230. DOI: 10.22146/buletinpsikologi.55278

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Mengenal Virus Nipah, Penyakit Mematikan yang Mulai Jadi Perhatian Dunia

Bandung – Dunia kembali diingatkan bahwa ancaman pandemi tidak benar-benar hilang, melainkan hanya sedang “beristirahat”.…

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Kota Bandung Transformasi Aplikasi E-Laman Hati Jadi Berbasis Data

BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota…

Museum Kota Bandung: Liburan Seru, Edukatif, dan Gratis di Jantung Kota

Siapa bilang liburan seru di Bandung harus mahal? Jika kamu mencari destinasi wisata yang edukatif,…