Bandung – Siapapun pasti pernah kentut. Hal yang tampak sederhana ini sebenarnya adalah bagian dari proses alami tubuh. Tapi, pernahkah kamu memperhatikan bahwa kentut yang tidak berbunyi justru seringkali lebih bau daripada yang berisik? Fenomena ini ternyata punya penjelasan ilmiah yang cukup menarik.
Menurut beberapa penelitian, manusia normal bisa kentut antara 14 hingga 20 kali setiap hari. Frekuensi ini justru menandakan bahwa sistem pencernaan sedang bekerja dengan baik. Gas yang keluar adalah hasil dari proses penguraian makanan oleh bakteri di dalam usus. Artinya, kentut bukan tanda tubuh bermasalah, justru bukti bahwa tubuh menjalankan fungsinya dengan normal.
Namun, ada hal menarik di balik dua “versi” kentut yang dihasilkan tubuh: ada yang berbunyi keras, dan ada yang pelan. Kentut yang pelan atau tidak berbunyi sering kali memiliki aroma lebih menyengat. Hal ini terjadi karena gas keluar secara lambat, sehingga kandungan belerang atau sulfur di dalamnya menjadi lebih pekat. Semakin terkonsentrasi gas belerangnya, semakin kuat pula aroma yang dihasilkan.
Asal Muasal Zat Sulfur
Gas sulfur ini muncul akibat proses pencernaan makanan tinggi protein, seperti telur, daging merah, brokoli, atau kol. Jadi, jika setelah menyantap menu tersebut kamu mengeluarkan kentut diam-diam tapi membuat semua orang menyingkir, itu bukan misteri, tapi sains.
Banyak yang mengira suara kentut berasal dari “ledakan gas”, padahal bukan. Faktanya, suara kentut dihasilkan oleh getaran otot di sekitar anus ketika gas keluar. Semakin cepat dorongan udara, semakin keras bunyinya.
Pengaruh Makanan
Menariknya, kebiasaan makan juga berpengaruh terhadap jenis kentut yang dihasilkan. Orang yang makan terlalu cepat atau kurang minum air biasanya lebih sering menghasilkan kentut beraroma tajam. Hal ini disebabkan udara yang ikut tertelan membuat pencernaan berjalan lebih lambat, memberi waktu lebih lama bagi bakteri untuk memproduksi gas sulfur yang berbau kuat.
Fenomena ini bahkan menarik perhatian peneliti di berbagai negara. Di Swedia, para ilmuwan membuat skala kebauan untuk menilai tingkat bau berdasarkan jenis makanan yang dicerna, sedangkan .Di Inggris, penelitian pada tahun 2014 menemukan bahwa gas hidrogen sulfida yang menjadi penyebab bau telur busuk dalam dosis kecil justru dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan. Meskipun demikian, hal ini tentu bukan berarti kamu disarankan untuk sengaja menghirupnya.
Ada Zat Apa Saja di Dalam Kentutmu?
Lebih menarik lagi, setiap orang ternyata punya aroma kentut yang unik. Gas kentut pada umumnya terdiri dari nitrogen, karbon dioksida, hidrogen, dan metana. Hanya sebagian kecil gas hidrogen sulfida yang memberi aroma khas. Karena komposisi bakteri di usus setiap orang berbeda, maka aroma kentut yang dihasilkan pun bisa dianggap sebagai “sidik jari gas” pribadi.
Dengan kata lain, kentut tanpa suara yang terkenal “diam-diam tapi mematikan” bukanlah hal aneh. Ia adalah hasil alami dari reaksi biologis di dalam tubuh. Jadi, jika suatu kali kamu mengeluarkan kentut yang tidak bersuara tapi membuat satu ruangan terdiam, jangan merasa bersalah. Itu tandanya tubuhmu sedang bekerja dengan baik, meski mungkin baunya, ya… bikin heboh.
Referensi :
Treat.id, Netralnews.com, Inews.id, Alurnews.com

