Categories Budaya Hiburan

West Java Festival 2025, Panggung Budaya & Ekonomi Kreatif Jawa Barat

Bandung – Acara tahunan West Java Festival yang berlangsung di Kiara Artha Park, Kota Bandung, pada (8–9/11) sukses digelar dengan tema “Gapura Panca Waluya”—mengusung lima karakter ideal masyarakat Jawa Barat: sehat (cageur), baik (bageur), benar (bener), pintar (pinter), dan tangguh (singer). Festival ini dipandang sebagai bagian dari kalender nasional, yakni program Kharisma Event Nusantara (KEN) yang diakui oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Ada Apa Saja di WJF?

Dalam hajatan yang melibatkan 27 kabupaten/kota se-Provinsi Jawa Barat itu, stand-stand UMKM dan layanan publik gratis turut hadir sebagai magnet utama. Warga memadati lokasi untuk menikmati rangkaian kegiatan yang cukup lengkap: bazar UMKM, layanan publik seperti pengecekan kesehatan, potong rambut, pijat refleksi, hingga pertunjukan budaya. Semuanya tersedia dalam paket hiburan yang edukatif. Festival ini dirancang dalam lima zona interaktif yang mengusung nilai tema festival: mulai dari zona kuliner, kriya, layanan publik, hingga pertunjukan seni.

Dampak Ekonomi & Kreatif

Festival ini juga memiliki dampak nyata terhadap sektor ekonomi kreatif dan UMKM. Berdasarkan laporan Bandungstreaming.com, WJF 2025 “menjadi magnet pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Barat”. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri kreatif, komunitas lokal dan UMKM menjadi salah satu kekuatan acara. Pemerintah daerah juga menganggap WJF sebagai bukti sinergi inovasi pariwisata berbasis budaya.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut, “industri kreatif yang dibangun oleh masyarakat sendiri akan melahirkan produktivitas nyata. Siklus ekonomi seperti itu yang harus tumbuh.”

Tantangan & Catatan Kritis

Meski banyak pengunjung yang datang untuk stand-UMKM dan layanan publik, liputan dari Suara Merdeka menyebut bahwa “massa sendiri lebih banyak terkonsentrasi stand-stand kuliner dibandingkan di lapangan utama”. Hal ini perlu perhatian dalam memastikan distribusi pengunjung yang merata ke seluruh zona agar nilai tema “Panca Waluya” dapat tercermin tidak hanya di area hiburan utama.

Referensi:

Bandungradiostraming.com, Suara Merdeka, Detik.com, Koran Jakarta, Jabarprov.go.id

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Antara Tragedi Lula Lahfah dan Teka-teki “Whip Pink” yang Belum Usai

Bandung – Publik tanah air baru saja dikejutkan dengan keputusan pihak kepolisian untuk menghentikan penyelidikan…

Museum Kota Bandung: Liburan Seru, Edukatif, dan Gratis di Jantung Kota

Siapa bilang liburan seru di Bandung harus mahal? Jika kamu mencari destinasi wisata yang edukatif,…

Passion in Action: Nyalakan Spark lewat Campus Roadshow Bandung

Bandung (9/12) — Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Institut Teknologi Bandung dipenuhi antusiasme dalam gelaran Generasi…