Categories Teknologi

Beli Nintendo Switch v1 di 2025: Masihkah Worth It?

Bandung – Nintendo Switch v1 adalah versi awal dari konsol Nintendo Switch yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2017. Switch v1 berfungsi sebagai konsol hibrida yang dapat digunakan sebagai perangkat portabel maupun disambungkan ke TV melalui docking.

Sistem Operasi Nintendo Switch v1
Official Firmware (OFW) adalah firmware resmi yang dikeluarkan oleh Nintendo. Firmware ini legal, aman digunakan, dan mendapat dukungan serta pembaruan langsung dari Nintendo. Pengguna OFW dapat memainkan game resmi tanpa risiko terkena banned atau blokir akun saat bermain online.

Apa Saja Keunggulan yang Ditawarkan?

  • Ukuran yang compact dan ringan sehingga nyaman untuk dibawa dan dimainkan secara handheld.
  • Layar sentuh kapasitif yang memadai untuk pengalaman bermain portabel.
  • Harga yang biasanya lebih terjangkau dibandingkan versi terbaru.

Tapi, ada beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan selain keunggulan yang disebutkan di atas, yaitu:

  • Daya tahan baterai relatif lebih boros, biasanya bertahan sekitar 2,5 hingga 6,5 jam tergantung jenis game, lebih rendah dibandingkan Switch v2 yang memiliki baterai lebih awet sekitar 4,5 hingga 9 jam.
  • Masalah Joy-Con drift yang lebih sering ditemukan pada unit v1, yang dapat mengganggu pengalaman bermain.
  • Layar dengan panel LCD yang masih memiliki pantulan cahaya kuat sehingga kurang nyaman digunakan di luar ruangan.

Harga Nintendo Switch v1
Game first party (buatan langsung Nintendo) biasanya berada di kisaran harga USD 60 hingga USD 80 (sekitar Rp 900 ribu hingga Rp 1,4 juta). Contoh harga seperti Mario Kart World mencapai USD 80, sedangkan game lain seperti Zelda: Breath of the Wild naik menjadi sekitar USD 70. Game pihak ketiga (third-party) biasanya memiliki harga sekitar USD 40 hingga USD 60.

Untuk harga unitnya sendiri sekitar:

 Kesimpulannya

Kesimpulannya, v1 masih layak jika kamu menemukan v1 (model patched) dengan harga jauh lebih murah daripada v2 atau lite bekas (misalnya, di bawah Rp 2 juta), dan tidak peduli dengan daya tahan baterai, atau kamu hanya akan bermain di TV (Docked Mode). Jika konsol akan 99% terpasang di dock, maka masalah daya tahan baterai v1 tidak relevan sama sekali.

Namun jika kamu hanya ingin bermain game Nintendo secara konvensional, v1 adalah pilihan yang paling buruk. Beli Switch v2 baru atau OLED. Dengan harga yang sedikit lebih mahal, akan mendapatkan daya tahan baterai yang lebih baik dua kali lipat.

Selain itu, jika kamu mementingkan portabilitas. Baterai v1 akan terasa sangat mengecewakan di tahun 2025, terutama jika memainkan game-game berat.

Referensi:nintendo.com, wikipedia.com, afifsharing.org, teknoob.id

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Kota Bandung Transformasi Aplikasi E-Laman Hati Jadi Berbasis Data

BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota…

Modernisasi Pertanian Desa Wareng: Telkom University Serah Terima Alat Pengukur pH Tanah Berbasis IoT

GUNUNGKIDUL – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom (Telkom University) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada…

Tingkatkan Kedisiplinan Siswa, Tim Abdimas Telkom University Implementasikan Sistem Presensi Fingerprint di SMAN 24 Bandung

BANDUNG – Era digital menuntut institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam manajemen sekolah. Menjawab tantangan…