Jalan Dalem Kaum dan Harapan Kehidupan
Di balik deretan sepatu warna-warni dan pakaian obral yang menggantung rapih, Jalan Dalem Kaum menyimpan kisah manusia yang tak kalah penting dari riuhnya pusat belanja rakyat ini. Kawasan yang berdiri berdampingan dengan Masjid Agung Bandung dan Alun-Alun Kota Bandung itu bukan hanya ikon perdagangan, tetapi juga panggung kehidupan bagi banyak pedagang kecil yang menggantungkan nafkahnya pada arus langkah kaki para pengunjung.
Menurut tim warta matra, saat hari mulai turun, seorang lelaki paruh baya tampak membungkuk di depan etalase toko sepatu. Tubuhnya bergerak perlahan, namun pasti. Seolah sudah puluhan tahun terbiasa menghadapi ritme yang sama: merapikan, mengecek, memastikan dagangan tetap layak dipandang. Sorot lampu dari dalam toko memantulkan warna-warna cerah sepatu yang tersusun berlapis, kontras dengan tubuhnya yang terlihat ringkih. Di tengah hiruk pikuk, ia seperti titik sunyi yang bergerak dalam kesibukan dunia sekitarnya.
Berdasarkan pengamatan tim warta matra, tak jauh dari sana, seorang pedagang pakaian anak duduk mengamati jajaran baju obralnya yang dipasang berdekatan. Wajahnya tenang, namun tatapannya tajam, mengikuti pergerakan setiap orang yang lewat. Di depannya, papan bertuliskan “OBRAL 10.000” berdiri mencolok, menjadi tanda bahwa ia menawarkan sesuatu yang terjangkau bagi siapa saja yang singgah. Di kawasan ini, harga murah adalah cara bertahan di tengah persaingan yang ketat dan kebutuhan yang terus berjalan.
Daerah Wisata Namun Tetap Terjangkau
Dalem Kaum memang dikenal sebagai pusat belanja rakyat, sebuah tempat wisatawan mencari oleh-oleh tanpa harus merogoh dompet terlalu dalam, sekaligus ruang hidup bagi para pedagang yang terus menjaga denyut ekonomi lokal. Jalan yang ramah untuk pejalan kaki ini tidak hanya memudahkan pengunjung, tetapi juga memberi ruang interaksi antara pedagang dan pembeli. Di setiap sudutnya, aroma jajanan khas Bandung bercampur dengan suara tawar-menawar yang menjadi bagian alami dari lanskap kota.
Para pedagang di Jalan Dalem Kaum adalah penjaga denyut kawasan ini. Mereka menciptakan kehidupan pada ruang yang secara historis sudah puluhan tahun menjadi bagian penting dari Bandung. Setiap hari mereka membangun kembali semangat yang sama: membuka lapak, menyusun barang, menyapa pelanggan, dan berharap ada cukup pembeli untuk menutup hari.

