BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melakukan langkah besar dalam digitalisasi layanan publik melalui pengembangan fitur statistik pada aplikasi E-Laman Hati. Inovasi ini mentransformasi sistem yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai pencatatan pasif menjadi alat analisis distribusi hewan yang cerdas dan akurat.
Sebelum pengembangan ini dilakukan, DKPP menghadapi tantangan dalam memetakan penyebaran hewan dan memprediksi kebutuhan distribusi di masa depan karena keterbatasan teknologi analisis. Hal tersebut berisiko memicu ketidakefisienan operasional dan ketidaktepatan alokasi sumber daya pangan di wilayah perkotaan.
“Melalui integrasi variabel waktu dan jenis komoditas, fitur statistik terbaru ini mampu memberikan estimasi volume serta waktu distribusi secara presisi,” ujar tim pengabdian masyarakat dalam laporan akhirnya. Dengan visualisasi data yang informatif, pemerintah kini dapat memetakan penyebaran hewan secara spasial untuk mendukung pengambilan kebijakan yang berbasis data (data-driven).
Proses pengembangan aplikasi ini menggunakan metodologi partisipatif yang melibatkan staf DKPP secara aktif. Selain pembaruan perangkat lunak, dilakukan juga pelatihan teknis intensif untuk meningkatkan literasi digital pegawai agar mampu mengoperasikan sistem informasi dalam pengambilan keputusan strategis.
Kehadiran fitur statistik ini tidak hanya meningkatkan efektivitas manajemen internal DKPP, tetapi juga berkontribusi langsung pada penguatan ketahanan pangan di Kota Bandung. Manajemen pemerintah kini menjadi lebih transparan, terukur, dan siap menghadapi dinamika kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Digitalisasi pada sektor peternakan ini diharapkan menjadi model bagi layanan publik lainnya di Kota Bandung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.
Tentang E-Laman Hati: E-Laman Hati adalah aplikasi milik DKPP Kota Bandung yang dirancang untuk mengelola data distribusi hewan. Dengan pembaruan terbaru, aplikasi ini kini memiliki kemampuan analisis prediktif dan visualisasi statistik untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

