Categories Kesehatan

Bersatu dalam Keunikan, Menata Ulang Layanan Kanker di Hari Kanker Sedunia 2026

Bandung – Hari Kanker Sedunia 2026 yang diperingati setiap 4 Februari kembali menjadi pengingat bahwa kanker bukan semata persoalan medis, melainkan persoalan kemanusiaan dan keadilan dalam layanan kesehatan. Tahun ini, dunia mengusung tema United by Unique atau Bersatu dalam Keunikan, sebuah pesan global yang menekankan pentingnya menempatkan pengalaman setiap pasien kanker sebagai pusat perhatian dalam sistem pelayanan kesehatan.

Peringatan ini diprakarsai oleh Union for International Cancer Control (UICC) dan diperingati secara global, termasuk di Indonesia, melalui kampanye edukasi publik, advokasi kebijakan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong pencegahan, dan memperkuat sistem layanan kanker yang berkelanjutan serta berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kanker hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Di Indonesia, beban kanker terus menunjukkan tren peningkatan, dengan jenis kanker seperti payudara, leher rahim, paru-paru, kolorektal, dan hati mendominasi angka kejadian. Tantangan layanan masih terasa nyata, mulai dari keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah, ketimpangan akses terhadap diagnosis dini, hingga kompleksitas pembiayaan pengobatan jangka panjang. Tidak sedikit pasien yang akhirnya datang dalam kondisi stadium lanjut, ketika peluang kesembuhan semakin kecil dan dampak psikososial kian berat.
Tema United by Unique menegaskan bahwa di balik satu diagnosis kanker, terdapat latar belakang sosial, kondisi ekonomi, serta kesiapan mental yang berbeda-beda. Setiap pasien memiliki perjalanan yang unik, sehingga pendekatan layanan yang seragam tidak lagi memadai. Sistem kesehatan dituntut untuk bergerak ke arah layanan yang berpusat pada manusia (people-centred care), bukan hanya pada penyakit atau prosedur medis semata.

Di Indonesia, Perhimpunan Onkologi Indonesia menyoroti pentingnya membangun sistem layanan kanker yang berkelanjutan dan terintegrasi. Upaya tersebut mencakup penguatan promosi kesehatan, perluasan deteksi dini, pengobatan terpadu, hingga perawatan paliatif yang layak. Seluruh proses ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, tenaga medis, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas.
Deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kematian akibat kanker, namun hal ini hanya dapat tercapai jika diiringi edukasi publik yang konsisten dan mudah dipahami. Sistem rujukan juga perlu diperbaiki agar pasien tidak kehilangan waktu berharga. Di sisi lain, dukungan psikologis dan sosial bagi pasien serta keluarganya harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari layanan kanker, karena perjuangan melawan kanker tidak hanya terjadi di ruang perawatan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Kanker Sedunia 2026 seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan slogan. Momentum ini perlu dimaknai sebagai ajakan bersama untuk menata ulang cara pandang terhadap kanker dan terhadap manusia yang hidup bersamanya. Bersatu bukan berarti menyeragamkan, melainkan saling menguatkan dengan mengakui keunikan setiap individu. Ketika sistem kesehatan mampu melihat pasien sebagai manusia utuh, di situlah harapan akan layanan kanker yang lebih adil, manusiawi, dan berkelanjutan dapat benar-benar diwujudkan.

sumber: detikcom, liputan6

Written By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Mengenal Virus Nipah, Penyakit Mematikan yang Mulai Jadi Perhatian Dunia

Bandung – Dunia kembali diingatkan bahwa ancaman pandemi tidak benar-benar hilang, melainkan hanya sedang “beristirahat”.…

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Kota Bandung Transformasi Aplikasi E-Laman Hati Jadi Berbasis Data

BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota…

Ternyata Ini Penyebab Kentut yang Nggak Bersuara Justru Super Bau

Bandung – Siapapun pasti pernah kentut. Hal yang tampak sederhana ini sebenarnya adalah bagian dari…