Bandung – Selasa malam, (11/11), suasana di kawasan Sukahaji berubah mencekam. Api tiba-tiba membubung dari deretan jongko kayu di Jalan Terusan Pasirkoja, tepat sekitar pukul 19.00 WIB. Kepulan asap hitam menutup langit, memaksa warga setempat menyelamatkan apa pun yang bisa diraih sebelum amukan api meluas.
Meski tidak menelan korban jiwa, kebakaran ini meninggalkan luka finansial dan psikologis yang dalam. Setidaknya 18 jongko kayu ludes terbakar, menutup mata pencaharian pedagang hingga kuli angkut yang sehari-hari menggantungkan hidup di lokasi tersebut. Kerugian ditaksir mencapai lebih dari satu miliar rupiah.
Api Menyambar Cepat
Dilansir dari Antara, Kepala Bidang Pemadaman DPMKP Kota Bandung, Leonard, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran tak lama setelah api terlihat besar. Warga bernama Asep mengabarkan sumber api berasal dari jongko milik Cepi, sebelum kemudian merambat ke sisi kiri dan kanan yang penuh material kayu.
Petugas pemadam lalu mengerahkan 16 unit mobil damkar untuk menjinakkan kobaran. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 00.00 WIB, setelah berkobar selama kurang lebih lima jam.
Di tengah kepadatan area dan bahan mudah terbakar, petugas memfokuskan penanganan pada penyekatan agar api tidak merembet ke permukiman dan deretan pasar di depan jalan. Meski sebagian besar jongko dalam keadaan kosong, percikan api tetap menyapu habis sisa material kayu yang tersimpan di dalamnya.
Dugaan Penyebab: Korsleting dan Material Kayu
Sejauh ini, kebakaran diperkirakan dipicu oleh korsleting listrik. Material utama di area jongko—kayu, palet, dan serpihan sisa bongkaran—mempercepat perambatan api, membuat api tak butuh waktu lama untuk menguasai area.
Elas, petugas PLN, menyebut kebakaran ini tergolong besar, mengingat api turut merusak empat tiang listrik di sekitar lokasi. “Aset PLN (yang rusak) ada empat gawang (tiang listrik). Jadi memang cukup parah kebakarannya,” jelas Elas.
Kerusakan ini membuat upaya penanganan membutuhkan koordinasi ekstra untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah sambaran arus.

Warga Selamat, Tapi Kehilangan Penghidupan
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Luka-luka ringan hanya dialami beberapa warga yang terkena goresan pecahan piring, paku, atau material bangunan saat menyelamatkan barang atau melarikan diri.
Yang tersisa adalah pemandangan puing hitam dan lapak-lapak hangus. Bagi pedagang dan pekerja angkut, jongko-jongko itu merupakan sumber hidup harian. Kini, mereka terpaksa menghitung ulang langkah, antara menunggu bantuan, pindah lokasi, atau memulai kembali dari nol.
“Yang paling terdampak, ya, jelas sektor perekonomian. Kan, nggak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengembalikan ke keadaan semula,” papar Apep, Ketua Perdayu, sebutan untuk jongko-jongko yang beraar sepanjang Jalan Terusan Pasirkoja.
Masa Depan Sukahaji: Menunggu Pemulihan
Sampai saat ini, pendataan kerugian masih berlangsung. Apep menyebut pihaknya sedang mengusahakan bantuan dari pemerintah daerah.
Kebakaran pada deretan jongko kayu bukan yang pertama terjadi. Banyak berharap tragedi ini menjadi momen evaluasi terhadap keamanan listrik, manajemen risiko, serta penataan ulang ruang usaha di kawasan Sukahaji.
Hingga artikel ini ditulis, kawasan tersebut masih dalam proses pembersihan sisa puing, sementara pedagang menatap masa depan yang tak lagi sama.

