Categories Teknologi

Microsoft Gandeng PLN, Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional

Bandung – Raksasa teknologi global Microsoft menggandeng PT PLN (Persero) untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 megawatt (MW) guna memasok kebutuhan listrik pusat data (data center) di Indonesia. Kerja sama ini mencerminkan langkah strategis perusahaan teknologi dalam menggabungkan ekspansi digital dengan agenda energi bersih.

Kolaborasi ini melibatkan Microsoft sebagai pengguna utama energi dan PLN sebagai penyedia serta pengelola sistem kelistrikan nasional. Kesepakatan ini mulai mengemuka pada awal Februari 2026 dan diarahkan untuk mendukung operasional data center Microsoft di Indonesia dalam jangka panjang.

Proyek tenaga surya ini direncanakan untuk mendukung infrastruktur pusat data yang menjadi tulang punggung layanan cloud, kecerdasan buatan, dan transformasi digital. Indonesia dipilih sebagai lokasi strategis karena pertumbuhan ekonomi digital yang pesat serta potensi energi surya yang besar.

Alasan utama kerja sama ini adalah kebutuhan listrik data center yang sangat besar dan tuntutan global untuk mengurangi emisi karbon. Microsoft secara global telah menyatakan komitmen menuju operasi bebas karbon, sehingga pemanfaatan energi terbarukan menjadi bagian dari strategi bisnis sekaligus etika lingkungan.

Skema kerja sama dilakukan melalui kontrak pasokan energi terbarukan antara Microsoft dan PLN. Energi surya yang dihasilkan akan masuk ke jaringan PLN dan kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional pusat data Microsoft. Model ini menunjukkan bagaimana sektor teknologi dan energi dapat saling menguatkan dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.

Namun, di balik optimisme tersebut, proyek ini juga menghadirkan tantangan. Pengembangan pembangkit tenaga surya skala besar membutuhkan investasi tinggi, kesiapan jaringan listrik, serta regulasi yang adaptif. Di sisi lain, kolaborasi ini membuka peluang transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan percepatan transisi energi nasional.

Bagi Indonesia, kemitraan ini bukan sekadar proyek bisnis, tetapi simbol posisi strategis negara dalam peta ekonomi digital global. Data center bukan hanya pusat penyimpanan data, melainkan infrastruktur kritis bagi pemerintahan digital, industri kreatif, hingga UMKM berbasis teknologi.

Kerja sama Microsoft dan PLN menjadi gambaran masa depan: ekonomi digital yang haus energi, namun dituntut tetap ramah lingkungan. Jika dikelola secara transparan dan berkelanjutan, proyek ini bisa menjadi tonggak penting bagi transformasi energi dan digital Indonesia. Namun, tanpa pengawasan dan kebijakan yang matang, peluang besar ini bisa berubah menjadi beban baru bagi sistem energi nasional

Sumber : cnnindonesia.com, tegnologi.bisnis.com, beritakini.co.id

Written By

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Perkuat Ketahanan Pangan, DKPP Kota Bandung Transformasi Aplikasi E-Laman Hati Jadi Berbasis Data

BANDUNG – Pada Jumat (19/12) Telkom University dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota…

Modernisasi Pertanian Desa Wareng: Telkom University Serah Terima Alat Pengukur pH Tanah Berbasis IoT

GUNUNGKIDUL – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Telkom (Telkom University) sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada…

Tingkatkan Kedisiplinan Siswa, Tim Abdimas Telkom University Implementasikan Sistem Presensi Fingerprint di SMAN 24 Bandung

BANDUNG – Era digital menuntut institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam manajemen sekolah. Menjawab tantangan…