Categories Kesehatan Teknologi

MIKROPLASTIK : ANCAMAN KECIL YANG DIAM DIAM MENGUASAI KEHIDUPAN KITA

Bandung – Pernakah anda membayangkan segelas air putih, sepiring ikan, bahkan udara yang kita hirup mengandung plastik yang biasa kita gunakan sebagai pembungkus makanan masuk ke dalam tubuh kita, bukan plastic besar yang bisa terlihat tetapi mikroplastic yang berukuran sangat kecil bahkan tidak bisa terlihat dengan mata telanjang. Tanpa kita sadari, benda asing ini telah masuk ke dalam tubuh manusia dan perlahan menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan.

Mikroplastik bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan kesehatan publik. Sejumlah temuan terbaru menunjukkan adanya paparan mikroplastik pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena partikel plastik yang masuk ke tubuh berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan perkembangan janin. Fakta tersebut menegaskan bahwa mikroplastik tidak mengenal batas usia, wilayah, maupun status sosial.

Partikel mikroplastik berasal dari plastik sekali pakai yang terurai akibat panas matahari, gesekan air, dan waktu. Kantong plastik, botol minum, sedotan, serta kemasan makanan perlahan hancur menjadi potongan kecil yang kemudian menyebar ke laut, sungai, tanah, hingga udara. Tanpa sistem penyaringan yang memadai, mikroplastik masuk ke rantai makanan melalui ikan dan biota laut, lalu berakhir di piring makan manusia.

Bahaya mikroplastik tidak berhenti pada pencemaran fisik. Partikel ini mampu membawa zat kimia berbahaya yang berpotensi mengganggu sistem hormon, memicu peradangan, dan menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Dalam skala lingkungan, mikroplastik merusak keseimbangan ekosistem laut, mengancam keberlangsungan organisme kecil yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas iklim dan suhu bumi.

Ironisnya, mikroplastik adalah ancaman yang lahir dari gaya hidup manusia sendiri. Budaya serba praktis dan ketergantungan pada plastik murah telah menciptakan masalah yang kini berbalik menyerang kehidupan manusia. Kita sering kali merasa jauh dari dampaknya, padahal mikroplastik ada di sekitar kita mengintai secara perlahan dan konsisten.

Masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan satu kebijakan atau satu kampanye sesaat. Diperlukan perubahan pola pikir dan kebiasaan secara kolektif. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa wadah dan botol minum sendiri, serta mengelola sampah dengan lebih bertanggung jawab merupakan langkah sederhana namun krusial.

Mikroplastik mungkin kecil dan tak terlihat, tetapi dampaknya besar dan berkelanjutan. Jika dibiarkan, ancaman ini bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mempertaruhkan kesehatan generasi yang akan datang. Saatnya kita berhenti menganggap remeh ancaman kecil yang diam-diam telah menguasai kehidupan kita.

Sumber : cnnindonesia.com, Kompas.com, harian.disway.id

Written By

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Manfaat Puasa bagi Kesehatan: Fakta Medis di Balik Ibadah

Bandung – Puasa kerap dipahami sebatas kewajiban spiritual atau rutinitas tahunan yang identik dengan menahan…

QRIS Tembus Korea Selatan: Pembayaran Digital Lokal Menjadi Global

Bandung – Sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), resmi akan dapat…

Benarkah Kopi Bisa Redakan Depresi? Ini Faktanya!

Bandung – Kopi kerap hadir sebagai teman setia di pagi hari, peneman lembur, hingga pengusir…