Categories Teknologi

Di Tengah Serangan AS–Israel, Akses Internet di Iran Dilaporkan Terputus

Bandung – Akses internet di Iran dilaporkan mengalami kelumpuhan hampir total selama lebih dari 24 jam di tengah eskalasi serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini menegaskan bahwa konflik modern tidak lagi hanya berlangsung di medan perang fisik, tetapi juga merambah ruang digital yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sipil.

Kelumpuhan internet tersebut terjadi sejak awal Maret 2026 dan dirasakan di berbagai wilayah Iran, terutama di kota-kota besar dengan aktivitas komunikasi dan ekonomi yang padat. Warga mengaku kesulitan mengakses media sosial, aplikasi pesan instan, hingga situs berita internasional, sehingga arus informasi menjadi sangat terbatas di tengah kondisi keamanan yang tidak menentu.

Gangguan ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan berkaitan erat dengan meningkatnya tensi geopolitik dan operasi militer yang sedang berlangsung. Dalam konteks perang modern, internet kerap dipandang sebagai elemen strategis karena berfungsi sebagai sarana komunikasi, koordinasi, dan penyebaran informasi publik.

Dampak dari lumpuhnya akses internet ini paling dirasakan oleh masyarakat sipil. Jurnalis mengalami hambatan dalam mengirim laporan, pelaku usaha digital kehilangan aktivitas ekonomi, sementara warga biasa kesulitan memperoleh kabar terkini mengenai situasi keamanan dan kondisi keluarga mereka. Ketidakpastian pun semakin meningkat karena masyarakat tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber informasi yang beragam dan independen.

Pemutusan atau pelemahan jaringan internet juga berpotensi membuka ruang bagi disinformasi dan kepanikan publik. Ketika informasi resmi sulit diakses, rumor dan kabar yang belum terverifikasi lebih mudah menyebar dari mulut ke mulut, memperburuk kondisi psikologis masyarakat yang sudah terdampak konflik.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa perang di era digital tidak hanya menghancurkan infrastruktur fisik, tetapi juga menyerang hak dasar masyarakat atas informasi. Internet, yang seharusnya menjadi jembatan komunikasi dan transparansi, justru berubah menjadi sasaran strategis. Lumpuhnya akses digital di Iran menjadi pengingat bahwa di balik konflik geopolitik, ada jutaan warga sipil yang terjebak dalam senyap kehilangan suara, koneksi, dan kepastian di tengah krisis yang terus berlangsung.


Sumber : cnnindonesiacom, beritasatucom

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

MIKROPLASTIK : ANCAMAN KECIL YANG DIAM DIAM MENGUASAI KEHIDUPAN KITA

Bandung – Pernakah anda membayangkan segelas air putih, sepiring ikan, bahkan udara yang kita hirup…

QRIS Tembus Korea Selatan: Pembayaran Digital Lokal Menjadi Global

Bandung – Sistem pembayaran digital Indonesia, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), resmi akan dapat…

Microsoft Gandeng PLN, Perkuat Infrastruktur Data Center Nasional

Bandung – Raksasa teknologi global Microsoft menggandeng PT PLN (Persero) untuk membangun pembangkit listrik tenaga…