Categories Hiburan

Paramount dan Warner Bros Janji Merilis 30 Film Setahun untuk Hidupkan Bioskop

Bandung – Industri perfilman global kembali mendapat angin segar setelah dua raksasa Hollywood, Paramount Pictures dan Warner Bros. berjanji merilis sekitar 30 film layar lebar setiap tahun di bioskop. Komitmen ini disampaikan oleh CEO Paramount, David Ellison, setelah rencana penggabungan perusahaan hiburan tersebut diumumkan pada awal Maret 2026. Strategi ini disebut sebagai langkah besar untuk menghidupkan kembali pengalaman menonton di bioskop di tengah dominasi platform streaming.

Rencana ambisius tersebut berarti penonton dapat menyaksikan hampir satu film baru setiap dua minggu sekali dari dua studio besar tersebut. Ellison menjelaskan bahwa produksi film akan dibagi secara seimbang, yakni 15 film dari Paramount Pictures dan 15 film dari Warner Bros. setiap tahun. Target ini jauh lebih agresif dibandingkan tren beberapa tahun terakhir, di mana studio besar rata-rata hanya merilis sekitar 10–12 film per tahun.

Langkah ini diumumkan dalam konferensi dengan para analis pada 2 Maret 2026, setelah Paramount melalui Skydance mengupayakan merger besar dengan Warner Bros. Discovery. Ellison menegaskan bahwa perusahaan gabungan tersebut tetap percaya bahwa bioskop adalah tempat terbaik untuk menikmati film, bukan sekadar konten yang langsung dipindahkan ke layanan streaming.

Menurut Ellison, kesuksesan film blockbuster seperti Top Gun: Maverick menjadi bukti bahwa pengalaman menonton di layar lebar masih memiliki daya tarik kuat bagi penonton global. Film yang dirilis pada 2022 itu berhasil meraih kesuksesan besar di box office dan menunjukkan bahwa film yang mendapatkan momentum di bioskop dapat menjadi fenomena budaya sekaligus menghasilkan keuntungan besar bagi studio.

Untuk menjaga kualitas pengalaman tersebut, setiap film yang dirilis nantinya akan mendapatkan jendela tayang eksklusif di bioskop minimal 45 hari sebelum masuk ke platform digital. Kebijakan ini diharapkan memberi waktu bagi film untuk membangun popularitas dan pendapatan di box office sebelum akhirnya tersedia untuk penonton di rumah.

Strategi ini juga menjadi sinyal bahwa industri film masih berusaha menemukan keseimbangan baru antara bioskop dan streaming. Setelah pandemi COVID-19, banyak studio besar lebih fokus pada platform digital. Namun, Paramount dan Warner Bros justru memilih pendekatan berbeda dengan kembali menempatkan bioskop sebagai panggung utama bagi film-film mereka.

Selain strategi rilis film, perusahaan gabungan ini juga tengah merancang penggabungan layanan streaming Paramount+ dan Max (HBO Max) menjadi satu platform yang lebih besar. Dengan perpustakaan konten yang sangat luas mulai dari waralaba Mission: Impossible, Transformers, hingga Harry Potter dan Game of Thrones platform tersebut diprediksi menjadi pesaing serius bagi layanan streaming besar seperti Netflix dan Disney+.

Meski begitu, rencana besar ini tidak lepas dari kekhawatiran sejumlah pihak. Target efisiensi biaya operasional hingga 6 miliar dolar AS dikhawatirkan dapat memicu pemutusan hubungan kerja akibat penggabungan departemen antara kedua perusahaan. Selain itu, merger dua studio besar Hollywood juga menimbulkan kekhawatiran mengenai dominasi pasar yang dapat mempersempit ruang bagi sineas independen.

Di tengah berbagai pro dan kontra tersebut, satu hal yang jelas: langkah Paramount dan Warner Bros menandai babak baru dalam industri hiburan global. Jika rencana ini berjalan sesuai target, bioskop di seluruh dunia berpotensi kembali ramai dengan aliran film blockbuster yang lebih konsisten setiap tahunnya. Bagi para pecinta film, janji 30 film setahun bukan sekadar angka. Ia adalah harapan bahwa layar lebar masih memiliki masa depan bahkan di era ketika hiburan semakin mudah diakses dari layar ponsel.

Referensi: IDNTimes.com, CNNIndonesia.com, Detik.com

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Program Gaslah dan Ikhtiar Membangkitkan Kesadaran Warga Bandung terhadap Sampah

Bandung – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius di Bandung. Pemerintah Kota melalui Program Gaslah…

Bukan Sekadar Boneka, Ini Alasan Punch the Monkey Jadi Tren di Media Sosial

Bandung – Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah fenomena unik bernama Punch the Monkey. Boneka…

5 Tempat Bukber Nyaman di Bandung yang Wajib Masuk List Kamu

Bandung — Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang paling dinantikan selama…