Bandung — Fenomena patroli sahur bertajuk “Gerpakkk” di Kota Malang, Jawa Timur, menjadi perbincangan hangat di media sosial selama Ramadan. Tradisi membangunkan warga untuk sahur ini kembali ramai setelah masyarakat setempat mengemasnya dengan cara yang lebih kreatif, meriah, dan melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan.
Kegiatan patroli sahur ini dilakukan oleh warga di beberapa kampung di Malang dengan berkeliling pada dini hari sambil membawa alat musik sederhana, seperti kentongan, drum, hingga pengeras suara. Tujuannya sederhana, yakni membangunkan warga agar tidak terlambat sahur sekaligus menjaga suasana Ramadan tetap hidup di lingkungan masyarakat.
Fenomena “Gerpakkk” menjadi viral karena suasananya yang meriah dan penuh kebersamaan. Banyak video patroli sahur ini beredar di media sosial yang memperlihatkan warga berjalan berkelompok sambil memainkan musik dan meneriakkan ajakan sahur. Tradisi ini tidak hanya melibatkan pemuda, tetapi juga orang tua hingga anak-anak yang ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Selain menjadi cara membangunkan sahur, patroli ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Beberapa komunitas bahkan menghadirkan kegiatan tambahan seperti membagikan makanan sahur kepada warga atau menyediakan santapan sahur bersama. Salah satunya terlihat dalam kegiatan patroli sahur di kawasan Kebalen, Malang, yang menghadirkan hidangan sahur layaknya menu hotel berbintang bagi masyarakat sekitar.
Tradisi patroli sahur sebenarnya sudah lama dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Namun, kreativitas masyarakat Malang dalam mengemas kegiatan ini membuatnya kembali menarik perhatian publik, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.
Pada akhirnya, fenomena “Gerpakkk” menunjukkan bahwa tradisi lokal tetap bisa bertahan di tengah perkembangan zaman. Selama masyarakat terus merawatnya dengan semangat kebersamaan, tradisi sederhana seperti patroli sahur dapat menjadi simbol kuat dari budaya gotong royong dan kebersamaan di bulan Ramadhan.
Referensi: beritajatim.com, jatim.idntimes.com

