Bandung (9/12) — Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) Institut Teknologi Bandung dipenuhi antusiasme dalam gelaran Generasi Campus Roadshow Bandung yang diinisiasi oleh Grab dan Narasi. Mengusung tema Passion in Action, acara ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk merawat semangat, menggali potensi, dan menyalakan aksi kebermanfaatan untuk sesama.
Dihadiri oleh figur publik lintas bidang seperti Raditya Dika (penulis), Najwa Shihab (jurnalis dan pendiri Narasi), Nicholas Saputra (aktor), Fathia Izzati (musisi dan kreator konten), serta Nadin Amizah (penyanyi), roadshow ini menyuguhkan sesi talkshow, pertunjukan musik, dan Un-Class Session yang membaurkan edukasi dengan hiburan.
Menyalakan Spark di Tengah Realita
Dalam sesi diskusi, para pembicara berbagi refleksi tentang bagaimana generasi muda bisa menjaga semangat (spark) di tengah tuntutan hidup yang realistis. “Hidup itu harus ada percikan, dan sekalinya ada kamu nggak bisa mengabaikannya,” ujar Raditya Dika, menekankan pentingnya keberanian untuk bertindak meski dihadang keterbatasan.
Sementara itu, Chia, sapaan akrab Fathia Izzati, mengingatkan pentingnya backup plan: “Lakuin passionmu, tapi kalau mau balik ke realita, asal punya ilmunya, jalanin aja.” Pesan ini menggambarkan keseimbangan antara idealisme dan pragmatisme yang relevan bagi mahasiswa.
Dari Ketidakrelaaan Lahir Momentum
Najwa Shihab menyoroti bahwa spark bukan sekadar semangat, tapi juga bentuk kepedulian. “Spark terbentuk dari dua hal: rasa ingin tahu dan rasa nggak rela melihat ketidakadilan yang nggak dilihat orang. Maka buatlah momentumnya,” tuturnya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa aksi sosial bisa lahir dari empati yang mendalam.
Nicholas Saputra menambahkan bahwa mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari setiap tindakan adalah bagian dari merawat kepedulian. Harapannya, “20–30 tahun lagi ekologis kita membaik,” katanya.
Mahasiswa dan Energi Perubahan
Salah satu kesan mendalam datang dari Najwa Shihab yang menyebut privilege-nya bisa berdialog dengan mahasiswa. “Mereka selalu punya energi muda, dan kalian anak muda punya kekuatan luar biasa besar untuk mengubah negeri ini,” ucapnya penuh haru.
Nicholas Saputra pun menegaskan bahwa passion bukan sekadar hobi, tapi ilmu yang bisa digali. “Semakin kita ulik, semakin kita dapat hal baru. Itulah cara mempertahankan spark,” katanya.
Selain sebagai selebrasi kreativitas, tapi juga ajakan untuk menjadikan semangat sebagai aksi nyata. Di tengah tantangan zaman, Passion in Action menjadi pengingat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang berani.

