Bandung – Gelombang unjuk rasa mengguncang kawasan Kota Kembang tepat pada peringatan dua tahun masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat memadati kawasan strategis di Bandung untuk menyuarakan tuntutan tajam terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendesak penyelesaian masalah korupsi di tanah air. Aksi yang dikawal ketat oleh aparat pengamanan ini menjadi refleksi kritis publik terhadap arah kebijakan pemerintah.
Peringatan dua tahun rezim Prabowo Gibran ini dimanfaatkan oleh aliansi mahasiswa di Bandung untuk menagih janji kebijakan serta efektivitas kerja kabinet. Dalam orasinya, para pengunjuk rasa secara khusus menyoroti eskalasi bencana lingkungan yang dinilai belum ditangani secara optimal dan mendesak agar pemerintah segera menetapkan karhutla sebagai bencana nasional. Langkah ini dinilai krusial agar penanganan di lapangan mendapatkan alokasi sumber daya serta koordinasi lintas lembaga yang jauh lebih cepat dan terstruktur.
Selain isu ekologis, massa aksi menyuarakan keprihatinan mendalam atas agenda pemberantasan korupsi di Indonesia. Mahasiswa menilai penegakan hukum terhadap kasus rasuah masih membutuhkan konsistensi dan keberanian politik yang nyata. Pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya dianggap sebagai syarat mutlak untuk memastikan dana pembangunan benar-benar kembali dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Aksi yang berlangsung sejak siang hari tersebut sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Kendati diwarnai dinamika orasi dan ketegangan di lapangan, penyampaian aspirasi secara umum berlangsung aman. Melalui aksi ini, mahasiswa menegaskan posisi mereka sebagai pengawal demokrasi yang akan terus mengingatkan pemerintah agar tetap berfokus pada keselamatan warga dan integritas tata kelola negara.

