Bandung – Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menggenjot pembenahan infrastruktur secara masif guna menyelesaikan dua masalah krusial warga: kemacetan lalu lintas terpadu dan pengelolaan sampah. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa berbagai proyek strategis, mulai dari percepatan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung hingga Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, kini terus didorong secara kolaboratif.
Akselerasi ini ditegaskan dalam momentum Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 pada Jumat, 25 September 2026 di Balai Kota Bandung. Langkah ini diambil karena meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas publik yang layak, sekaligus dorongan untuk memperbaiki kualitas hidup warga secara nyata. Wali Kota Farhan menekankan bahwa Pemkot memilih skema pembangunan yang terstruktur ketimbang sekadar “ngebut”, agar dampak sampingan seperti kemacetan selama proses konstruksi tetap bisa dikendalikan.
Proyek BRT dirancang sebagai solusi transportasi publik terpadu yang menghubungkan lima wilayah Cekungan Bandung, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Sementara itu, di sektor lingkungan, percepatan PSEL Legok Nangka menjadi jawaban atas kebutuhan pengolahan sampah berbasis teknologi modern skala regional. Sinergi antara Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, dan pemerintah pusat ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan berjangka panjang bagi seluruh masyarakat.
Di luar proyek fisik, Pemkot Bandung juga memanfaatkan kanal podcast dan media digital sebagai sarana komunikasi dua arah untuk menyerap langsung aspirasi warga. Pendekatan yang lebih humanis dan inklusif ini ditempuh agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari arah pembangunan kota.

