Categories Hiburan

Program Gaslah dan Ikhtiar Membangkitkan Kesadaran Warga Bandung terhadap Sampah

Bandung – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan serius di Bandung. Pemerintah Kota melalui Program Gaslah (Gerakan Sadar dan Peduli Sampah) mendorong perubahan perilaku warga sebagai kunci utama mengatasi kondisi darurat sampah yang kian mengkhawatirkan.

Program Gaslah digagas oleh Pemerintah Kota Bandung dan didorong langsung oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Program ini mulai digencarkan pada 2024–2025 sebagai respons atas meningkatnya volume sampah harian yang tidak sebanding dengan kapasitas pengolahan dan tempat pembuangan akhir.

Masalah sampah di Bandung tidak lagi semata soal teknis pengangkutan atau keterbatasan lahan, melainkan persoalan perilaku kolektif. Sampah rumah tangga yang tidak dipilah, kebiasaan membuang sampah sembarangan, hingga ketergantungan penuh kepada petugas kebersihan memperlihatkan bahwa perubahan pola pikir warga masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Melalui Program Gaslah, pemerintah kota menekankan pendekatan kesadaran dari hulu. Warga diajak memahami bahwa sampah yang mereka hasilkan adalah tanggung jawab bersama. Edukasi pemilahan sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga optimalisasi bank sampah menjadi bagian dari strategi membangun kebiasaan baru yang lebih ramah lingkungan.

Pendekatan ini penting karena tanpa partisipasi aktif masyarakat, kebijakan apa pun berisiko berhenti sebagai slogan. Gaslah mencoba menyentuh sisi humanis warga kota: bahwa lingkungan bersih bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan warisan untuk anak-anak Bandung di masa depan.

Di tengah tekanan darurat sampah, Program Gaslah memberi pesan bahwa solusi tidak selalu harus mahal atau kompleks. Perubahan sederhana memilah sampah di rumah, tidak membuang sampah sembarangan, dan peduli pada lingkungan sekitar dapat memberi dampak besar bila dilakukan secara kolektif.

Program Gaslah pada akhirnya adalah ajakan reflektif bagi warga Bandung. Kota ini tidak hanya dibangun oleh infrastruktur dan kebijakan, tetapi juga oleh kesadaran warganya. Jika Gaslah mampu menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama, maka persoalan sampah bukan lagi sekadar krisis, melainkan titik balik menuju Bandung yang lebih bersih dan beradab.

Sumber : tugubandung.id, galamedia.pikiran-rakyat.com, jabar.antaranews.com

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Bukan Sekadar Boneka, Ini Alasan Punch the Monkey Jadi Tren di Media Sosial

Bandung – Media sosial kembali diramaikan oleh sebuah fenomena unik bernama Punch the Monkey. Boneka…

5 Tempat Bukber Nyaman di Bandung yang Wajib Masuk List Kamu

Bandung — Momen buka puasa bersama atau bukber selalu menjadi agenda yang paling dinantikan selama…

Antara Tragedi Lula Lahfah dan Teka-teki “Whip Pink” yang Belum Usai

Bandung – Publik tanah air baru saja dikejutkan dengan keputusan pihak kepolisian untuk menghentikan penyelidikan…