Categories Breaking News

Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur Tewaskan Tujuh Orang

Bandung, 28 April 2026—Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Hingga Selasa pagi, proses evakuasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan bahwa hingga pukul 07.30 WIB, jumlah korban mencapai 92 orang, dengan rincian 85 orang selamat dan menjalani perawatan di rumah sakit, serta tujuh orang dinyatakan meninggal dunia. Selain itu, terdapat sejumlah korban yang sempat terhimpit di dalam gerbong KRL dan berhasil dievakuasi secara bertahap oleh tim penyelamat menggunakan peralatan ekstrikasi.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Penanganan difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak langsung akibat benturan keras yang menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong bagian belakang, termasuk gerbong khusus perempuan.

Berdasarkan kronologi awal, kecelakaan bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur, yang menyebabkan gangguan operasional dan membuat KRL berhenti di jalur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak dapat menghindari tabrakan dan menghantam rangkaian KRL yang sedang berhenti.

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa benturan terjadi secara mendadak dan sangat kuat hingga menyebabkan kepanikan di dalam gerbong. Bagian belakang KRL mengalami kerusakan paling parah, bahkan struktur gerbong dilaporkan mengalami deformasi yang menyulitkan proses evakuasi korban yang terjebak di dalamnya.

Kementerian Perhubungan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara itu, PT KAI menyatakan komitmennya untuk menanggung biaya pengobatan korban luka serta pemakaman bagi korban meninggal dunia, serta terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Sebagai langkah penanganan darurat, operasional Stasiun Bekasi Timur untuk sementara waktu dihentikan. PT KAI juga mendirikan posko informasi guna membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait kondisi penumpang. Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah dan diharapkan menjadi evaluasi dalam meningkatkan keselamatan transportasi perkeretaapian di Indonesia.

Referensi: kompas.com, bbcnews.com, idntimes.com 

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Revitalisasi Gedung Sate Telah Dimulai dengan Menelan Anggaran Rp12 Miliar

Bandung, 22 April 2026—Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai merealisasikan proyek revitalisasi kawasan Gedung Sate yang…

Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi Imbas Gejolak Harga Minyak Dunia

Bandung, 20 April 2026—Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Indonesia mengalami penyesuaian sebagai dampak…

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejaksaan Agung Setelah Enam Hari Menjabat

Bandung, 16 April 2026—Ketua Ombudsman Republik Indonesia periode 2026–2031, Hery Susanto, ditangkap oleh Kejaksaan Agung…