Bandung – Purbaya Yudhi Sadewa secara mengejutkan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada pertengahan September 2026. Usai pemberhentiannya, Purbaya blak-blakan mengungkapkan alasan pencopotan tersebut sekaligus menegaskan bahwa ia tidak ingin lagi menjabat sebagai menteri di masa depan.
Purbaya menjelaskan ada dua alasan utama yang memicu keputusan Presiden. Pertama, ia secara mendadak merombak total jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan pihak Istana. Langkah berani ini diambil karena ia menilai kinerja para pejabat lama kurang memuaskan dan perlu ada penyegaran total. Kedua, terdapat perbedaan sudut pandang serta ketidakcocokan komunikasi antara dirinya dan Presiden Prabowo dalam mengelola kebijakan fiskal negara.
Meskipun pencopotannya terkesan mendadak bagi publik, Purbaya mengaku sudah memprediksi peluang tersebut sejak awal. Ia merasa kemungkinannya untuk bertahan atau diganti adalah “50-50” mengingat kebijakan tegas yang ia ambil di internal Kemenkeu cukup berisiko memicu polemik politik.
Pengalaman singkatnya di kabinet membuat Purbaya mengambil keputusan tegas untuk tidak kembali ke ranah pemerintahan. Ia merasa ruang gerak profesionalnya terlalu dibatasi oleh dinamika politik, sehingga ia memilih untuk kembali berfokus pada kariernya di bidang profesional dan akademis.
Pencopotan Purbaya ini menambah daftar panjang perombakan di jajaran kabinet pemerintahan saat ini. Publik kini menanti siapa figur baru yang akan dipercaya Presiden Prabowo untuk memimpin Kemenkeu dan menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi yang dinamis.

