BANDUNG – Dalam upaya memperkuat kemandirian pangan masyarakat perkotaan, tim Pengabdian Masyarakat Telkom University sukses mengimplementasikan inovasi teknologi tepat guna berupa “Pot Pintar” di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Kegiatan serah terima teknologi dan pelatihan operasional ini dilaksanakan secara langsung pada Kamis, 2 Juli 2026, yang bertempat di Kantor Kelurahan Margasari.
Menjawab Tantangan Pertanian Perkotaan
Program ini diinisiasi sebagai respons atas berbagai tantangan yang kerap dihadapi warga kawasan urban dalam bercocok tanam. Selama ini, tingginya minat warga terhadap urban farming sering kali terhambat oleh keterbatasan lahan dan waktu luang akibat rutinitas pekerjaan.
Selain itu, metode penyiraman manual konvensional dinilai kurang efektif dan sering memicu pemborosan sumber daya air (run-off) karena banyaknya air siraman yang terbuang percuma. Fluktuasi suhu dan anomali cuaca perkotaan juga kerap menjadi biang keladi kegagalan panen atau pertumbuhan tanaman yang tidak optimal.
Teknologi Canggih yang Hemat Sumber Daya
Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim akademisi Telkom University merekayasa sebuah perangkat “Pot Pintar” yang mengusung sistem sirkulasi air tertutup (closed-loop watering system). Diotaki oleh mikrokontroler Arduino Uno, perangkat ini memungkinkan warga melakukan penyiraman otomatis dan terukur hanya dengan satu sentuhan tombol.
Inovasi utama dari teknologi ini terletak pada efisiensi air yang drastis. Air yang telah melewati media tanam tidak dibiarkan terbuang, melainkan disaring dan dialirkan kembali ke dalam tangki cadangan di bagian bawah pot. Pengguna cukup melakukan pengisian ulang air secara praktis melalui celah samping pot saat volume di tangki mulai menipis.
Guna melindungi tanaman dari perubahan suhu ekstrem, Pot Pintar ini juga dilengkapi dengan lampu pemanas (heater bulb) dan kipas sirkulasi (exhaust fan). Kedua komponen ini bekerja secara sinergis untuk menjaga stabilitas iklim mikro (micro-climate) di sekitar area tanam.

Pemberdayaan Menuju Agropreneur Lokal
Implementasi program ini tidak sekadar berfokus pada hibah teknologi, melainkan menitikberatkan pada transfer pengetahuan kepada warga. Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat Margasari diberikan pelatihan langsung (hands-on training) mengenai cara pengoperasian perangkat, pemeliharaan sistem sirkulasi, hingga penanganan kendala kelistrikan dasar.
Respons masyarakat sasaran terhadap inovasi ini sangat positif. Warga merasa sangat terbantu karena rutinitas perawatan tanaman kini menjadi jauh lebih efisien, hemat air, dan tidak menyita banyak waktu.
Selain itu, Lurah Kelurahan Margasari, Wahyu A. Affandi, S.IP., M.Si., menyambut sangat baik dan mengapresiasi penuh kontribusi nyata dari Telkom University ini. Pihak kelurahan juga telah berkomitmen penuh untuk menjaga keberlanjutan sarana prasarana yang dihibahkan lewat perawatan fisik berkala.
Ke depannya, intervensi teknologi tepat guna ini diproyeksikan sebagai langkah awal yang berkelanjutan. Selaras dengan peta jalan riset Kelompok Keahlian Communication and Information Technology Infrastructure (CITI) Telkom University, program ini ditargetkan mampu mengubah paradigma bertani konvensional warga dan mendorong terbentuknya komunitas Agropreneur (wirausaha agrikultur) yang mandiri secara ekonomi dan tangguh secara teknologi di Margasari.

