BANDUNG – Upaya mewujudkan pertanian perkotaan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk Teknologi Panel Surya untuk Urban Farming di Kelurahan Margasari, kegiatan ini di inisiasikan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Kelompok Keahlian (KK) CITI Fakultas Informatika Telkom University. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026 di Kantor Kelurahan Margasari ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mendukung produktivitas urban farming masyarakat.
Program ini diawali dengan asesmen lapangan guna mengidentifikasi kondisi eksisting lokasi urban farming. Hasil observasi menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki intensitas penyinaran matahari yang memadai sehingga sangat potensial untuk penerapan teknologi panel surya. Data tersebut menjadi dasar dalam merancang kapasitas sistem panel surya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Tahap implementasi menjadi bagian utama dalam kegiatan pengabdian ini. Tim berhasil memasang seluruh komponen sistem panel surya sesuai dengan rancangan yang telah disusun sebelumnya hingga terbentuk sebuah purwarupa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bagi kegiatan urban farming. Seluruh proses instalasi dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan kerja dan instalasi kelistrikan, sekaligus melibatkan masyarakat secara aktif sehingga mereka memperoleh pengalaman langsung dalam proses pemasangan teknologi tersebut. Setelah proses instalasi selesai, dilakukan pengujian sistem yang menunjukkan bahwa panel surya mampu menghasilkan energi listrik sesuai dengan kebutuhan operasional urban farming. Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Telkom University, Dr. INUNG WIJAYANTO,S.T.,M.T. menjelaskan bahwa kehadiran teknologi ini bertujuan untuk tata kelola lingkungan lokal sekaligus menyokong ketahanan pangan warga.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, kegiatan ini juga menitik beratkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Tim pengabdian memberikan sosialisasi dan pelatihan mengenai konsep energi baru terbarukan, prinsip kerja panel surya, tata cara pengoperasian sistem, hingga prosedur keselamatan kerja. Melalui metode pelatihan yang bersifat partisipatif (hands-on training), operator yang ditunjuk oleh pihak kelurahan kini memiliki kemampuan untuk mengoperasikan sekaligus melakukan perawatan perangkat secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pemanfaatan teknologi setelah program pengabdian selesai dilaksanakan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberhasilan program, tim juga melaksanakan pendampingan, monitoring, dan evaluasi selama masa transisi penggunaan teknologi. Pendampingan dilakukan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi kendala operasional sekaligus memastikan sistem berjalan secara optimal. Hasil evaluasi sementara menunjukkan adanya peningkatan efisiensi pemanfaatan sumber daya serta meningkatnya kesiapan masyarakat dalam mengelola teknologi yang telah diterapkan secara mandiri.
Kegiatan Abdimas ini membuktikan bahwa alih teknologi panel surya tidak hanya menghasilkan inovasi berupa perangkat energi terbarukan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengadopsi teknologi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu menjadi model pengembangan urban farming berbasis energi bersih yang dapat direplikasi di wilayah lain, sehingga mendukung terciptanya ketahanan pangan sekaligus pengurangan ketergantungan terhadap energi konvensional.
Melalui inovasi ini, Kelurahan Margasari menunjukkan bahwa transformasi menuju pertanian perkotaan modern dapat diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang mudah dioperasikan, hemat energi, dan ramah lingkungan. Program ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


