Bandung – Seorang mahasiswi Universitas Islam Bandung (Unisba), Maimanati Mutmainnah (24), dilaporkan hilang setelah berpamitan kepada keluarganya untuk menghadiri acara pernikahan sekaligus berlibur ke Garut pada Sabtu, 11 Juli 2026. Hingga pertengahan pekan ini, keberadaannya belum diketahui dan kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan keterangan keluarga, Maimanati yang merupakan mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) berangkat dari Cicalengka menggunakan kereta api menuju Stasiun Kiaracondong. Rencananya, ia akan melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Garut untuk bertemu temannya yang telah mengundangnya menghadiri pesta pernikahan. Namun, perjalanan tersebut diduga mengalami kendala karena data tiket yang digunakan tidak sesuai dengan identitas miliknya sehingga ia diduga tidak melanjutkan perjalanan ke Garut.
Keluarga mulai merasa khawatir setelah Maimanati tidak kunjung memberikan kabar. Teman yang seharusnya bertemu dengannya di Garut juga mengaku tidak pernah bertemu karena Maimanati tidak sampai ke lokasi tujuan. Beberapa hari kemudian, keluarga memperoleh informasi bahwa Maimanati sempat menghubungi dan menyampaikan keinginannya untuk pulang. Namun, setelah itu komunikasi kembali terputus dan telepon selulernya tidak lagi aktif.
Atas dasar itu, keluarga resmi melaporkan kehilangan Maimanati ke Polsek Cicalengka pada Selasa, 14 Juli 2026. Kepolisian membenarkan telah menerima laporan tersebut dan saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menelusuri keberadaan mahasiswi tersebut. Hingga kini, belum ada informasi terbaru mengenai lokasi maupun kondisi Maimanati.
Maimanati diketahui berasal dari Kampung Tenjolaya, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Saat terakhir terlihat, ia mengenakan kardigan berwarna ungu, kerudung hitam, dan membawa tas cokelat. Berdasarkan keterangan keluarga, ia memiliki tinggi sekitar 153 sentimeter, berkulit sawo matang, bermata besar, serta memiliki alis hitam tebal.
Keluarga berharap masyarakat yang mengetahui atau melihat keberadaan Maimanati dapat segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian agar proses pencarian dapat berlangsung lebih cepat. Di sisi lain, kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu memberi kabar kepada keluarga saat melakukan perjalanan, terutama ketika bepergian ke luar kota, sehingga komunikasi tetap terjaga apabila terjadi keadaan darurat.
Referensi : detikjabar,Kumparan.com

